Perlindungan Hukum terhadap Pemberian Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian
DOI:
https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v3i2.519Keywords:
Best Interests of the Child, Child Support Rights, Divorce, Legal Protection, Parental ResponsibilityAbstract
Child support rights after divorce constitute a fundamental right that must be protected to ensure children's welfare and development. However, many children do not receive adequate financial support because parents, particularly fathers, fail to fulfill their obligations after divorce. This study aims to analyze the legal regulation of child support rights after divorce and examine the legal protection available when these rights are neglected. The research employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. Legal materials were collected through library research, including legislation, legal literature, scholarly journals, and relevant court decisions. The findings show that Indonesian law provides a comprehensive legal framework through the Marriage Law, the Child Protection Law, and the Compilation of Islamic Law, all of which affirm that divorce does not terminate parental responsibilities. Under Islamic law, the obligation to provide child support remains with the father. Legal protection is available through civil and criminal mechanisms, including enforcement claims and criminal liability for child abandonment. However, weak law enforcement, limited supervision of court decisions, and low legal awareness continue to hinder effective protection. Strengthening enforcement, increasing legal awareness, and enhancing state involvement are essential to ensure the fulfillment of child support rights after divorce.
Downloads
References
Abdurrahman. (2015). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Akademika Pressindo.
Alfa, F. R. (2019). Pernikahan dini dan perceraian di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 1(1), 49. https://doi.org/10.33474/jas.v1i1.2740
Ali, Z. (2016). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.
Al-Maraghi, A. M. (2001). Tafsir Al-Maraghi (Jilid X). Dar al-Fikr.
Amri, A., Aminah, S., Janah, S., Utama, Y. Y., & Dewi, D. R. C. (2023). Representation of family law in the digital space: A study of discourse analysis on Instagram accounts. Al Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 8(2), 507–534. https://doi.org/10.29240/jhi.v8i2.6578
Amri, A., dkk. (2016). Hukum perdata. Widina Bhakti Persada.
Amri. (2021). Buku ajar: Hukum acara pengadilan agama. Literasi Nusantara.
Amri. (2022). Disfungsi nilai maqhasid syariah terhadap perceraian karena alasan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Jurnal Tassamuh, 14(2), 308–328.
Amri. (2022). Effort to maintain family harmony for the husband of a long distance marriage couple in Jayapura. Familia: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 1–21.
Antareng, N. (2018). Perlindungan atas hak nafkah anak setelah perceraian menurut perspektif hukum Islam (Studi Pengadilan Agama Manado). International Journal of Machine Tools and Manufacture, 5(1), 86–96.
Anwar, S. (2021). Hak dan kewajiban suami istri menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Jurnal Kajian Islam Alkamal, 1(1), 14–15.
Apriliana, B. (2021). Putusan hakim dalam tindak pidana penelantaran anak (Putusan Nomor: 23/Pid.B/2015/PN.Byl) (Skripsi).
Arikunto, S. (2022). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Asy-Syafi'i, M. bin I. (1990). Al-Umm. Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Auda, J. (2008). Maqasid Al-Shari'ah as philosophy of Islamic law: A systems approach. IIIT.
Az-Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh Al-Islami wa adillatuh (Jilid VII). Dar al-Fikr.
Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik perceraian di Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Burgerlijk Wetboek: Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. (2007).
Chapra, U. (2000). Islam dan pembangunan ekonomi. Gema Insani.
Dewi, D. R. C. (2022). Inconsistency norm peraturan perkawinan beda agama. AL-AQWAL: Jurnal Kajian Hukum Islam, 1(1), 13.
Fahimah, I., & Aditya, R. (2019). Hak dan kewajiban istri terhadap suami versi Kitab ‘Uqud Al-Lujjain. Jurnal Ilmiah Mizani, 6(2), 161–172.
Fauziyah, B. N., Yono, & Kosim, A. M. (2022). Sanksi hukum bagi suami yang menelantarkan anak pasca perceraian. Mizan: Journal of Islamic Law, 6(2), 293–310. https://doi.org/10.32507/mizan.v6i2.1427
Hadianto, A. R. (2023). Hak nafkah anak setelah perceraian menurut perspektif hukum Islam (Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Harahap, M. Y. (2018). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP. Sinar Grafika.
Hardani. (2020). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu.
Hidayatullah, M. Y. (2024). Penambahan nafkah anak pasca perceraian perspektif teori keadilan Gustav Radbruch. Sakina: Journal of Family Studies, 8(1), 48–63.
Hotifah, Y. (2011). Dinamika psikologis perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Personifikasi, 2(1), 62–75.
Isnantiana, N. I. (2017). Legal reasoning hakim dalam pengambilan putusan perkara di pengadilan. Islamadina, 18(2), 41–52. https://doi.org/10.30595/islamadina.v18i2.1920
Katsir, I. (2005). Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (Jilid I). Dar al-Fikr.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (2021).
Kurnaini, H. (2017). Pemenuhan hak nafkah sebagai salah satu pola terhadap perlindungan anak: Analisis pemikiran A. Hamid Sarong. PETITA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Syariah, 2(1).
Mamahit, L. (2013). Hak dan kewajiban suami isteri akibat perkawinan campuran ditinjau dari hukum positif Indonesia. Lex Privatum, 1(1), 150–162.
Manna, N. S., Doriza, S., & Oktaviani, M. (2021). Cerai gugat: Telaah penyebab perceraian pada keluarga di Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 6(1), 11–20. https://doi.org/10.36722/sh.v6i1.443
Mardani. (2017). Hukum keluarga Islam di Indonesia. Kencana.
Marzuki, P. M. (2014). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Ningrum, R. W. (2023). Pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian (Skripsi, UIN Raden Fatah Palembang).
Nurviani, N. S., Malasari, N., Kultsum, U., & Suresman, E. (2025). Hak nafkah anak dalam perspektif hukum Islam dan undang-undang. Jurnal Kajian Agama dan Dakwah, 13(2), 1–8.
Perpustakaan Nasional RI. (2011). Himpunan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam serta pengertian dalam pembahasannya. Mahkamah Agung RI.
Qudamah, I. (1968). Al-Mughni (Jilid 9). Maktabah al-Qahirah.
Rahmawati, L. (2024). Pemenuhan hak nafkah anak pasca perceraian. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 13(1), 86–98.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Rijal, M. N. (2023). Hak asuh dan nafkah anak pasca perceraian perspektif Kompilasi Hukum Islam (Skripsi, IAIN Kediri).
Salim, H. S., & Nurbaini, E. S. (2013). Penerapan teori hukum pada penelitian tesis dan disertasi. RajaGrafindo Persada.
Soemardi, S. (2002). Setangkai bunga sosiologi. Pustaka LP3ES.
Solihin, R. A. (2020). Perlindungan terhadap pemenuhan nafkah anak dalam pelaksanaan putusan perceraian di pengadilan agama. Indonesian Journal of Law and Islamic Law, 2(1), 126–153.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharso, & Retnoningsih, A. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Widya Karya.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. (1974).
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (2012).
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. (2004).
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (2014).
Wardani, A. K., Suhariadi, F., & Sugiarti, R. (2022). Dampak perceraian terhadap perilaku sosial anak. Kewarganegaraan, 6(2), 2684–2690.
Widayati, N. L. (2022). Nafkah anak pasca perceraian ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Kompilasi Hukum Islam (Skripsi).
Yuliasari, A., Hardiansyah, F., & Jamiah, R. (2023). Edukasi calon pengantin tentang dinamika perkawinan dan pencegahan stunting pada kelas calon pengantin. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 4(1), 33–40. https://doi.org/10.36908/akm.v4i1.730
Zein, M., & Alshadiq, M. (2005). Membangun keluarga harmonis. Graha Cipta.
Zulhakim, Ediyono, S., & Kusumawati, H. N. (2022). Hubungan pernikahan usia dini dan pola asuh baduta terhadap kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 13(1), 84–92.













