Perlindungan Hukum bagi Kreditur dalam Perjanjian Utang-Piutang Berbasis Fintech Lending di Indonesia: Perspektif Hukum Perdata dan Hukum Dagang

Authors

  • Heriyanto Heriyanto Universitas Ibrahimy

DOI:

https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v3i1.445

Keywords:

Creditor, Fintech Lending, Fintech Regulations, Legal Protection, Loan Agreements

Abstract

The development of financial technology (fintech lending) in Indonesia has significantly facilitated public access to financing; however, it has also generated various legal issues, particularly concerning the protection of creditors. This study aims to analyze the forms of legal protection available to creditors in loan agreements based on fintech lending from the perspectives of civil law and commercial law in Indonesia. The research employs a normative legal method, utilizing both statutory and conceptual approaches. The findings indicate that legal protection for creditors in fintech lending still faces numerous challenges, particularly regarding the validity of electronic agreements, the risk of default, and the weakness of guarantee mechanisms. Existing regulations, such as the Financial Services Authority Regulation (POJK) concerning information technology-based lending services, have not yet provided optimal legal certainty. Furthermore, the principles of prudence and transparency have not been fully implemented by fintech providers. Therefore, strengthening regulatory frameworks and harmonizing civil law and commercial law are essential to ensure more comprehensive legal protection for creditors. This study is expected to contribute to the development of business law in Indonesia, particularly in responding to the dynamics of the digital economy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisyah, R. R., Bazroh, N., Laurina, Z. R., Fransisca, Y., & Azka, N. (n.d.). Perlindungan hak debitur pinjaman online (Pinjol) dalam perspektif cyber law. Jurnal Hukum Statuta, 1(3).

Albar, T. S. (2021). Perlindungan hukum bagi debitur terhadap layanan pinjaman online berbasis financial technology (Fintech) di Kota Pekanbaru (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).

Ananda, S. T. (2024). Perlindungan data pribadi bagi debitor dalam aplikasi pinjaman online Adakami (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Anisa, D. S. (2022). Tinjauan yuridis prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan perjanjian kredit online di Indonesia (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung).

Azis, M. F., & Rahmawati, N. D. (2021). Tinjauan hukum terhadap perjanjian pinjaman online dan penggunaan data konsumen aplikasi "Kredit Pintar". Fortiori Law Journal, 1(01), 111-148.

Danuega, M. A. F. (2022). Perlindungan hukum bagi debitur atas jatuh tempo pembayaran pinjaman online (Doctoral dissertation, Universitas Bhayangkara Surabaya).

Fa'izah, N. (2019). Aspek iktikad baik dalam layanan pinjaman pada aplikasi teknologi finansial perspektif debitur dan fatwa DSN-MUI nomor 117/DSN-MUI/II/2018 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).

Faizun, S. A., & Rumawi, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap keterlambatan pembayaran spaylater pengguna Shopee dalam perspektif hukum di Indonesia. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 3(2), 01-17. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v3i2.1783

Firmanto, T., Sufiarina, S., Reumi, F., & Saleh, I. N. S. (2024). Metodologi penelitian hukum: Panduan komprehensif penulisan ilmiah bidang hukum. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

HANIF, M. A. H. (2023). Perlindungan hukum bagi debitur dalam pinjaman online analisis perspektif maqāṣid syarī'ah.

Hidayat, I. (2026). Utang dari pinjaman online sebagai dasar permohonan pailit dalam perspektif hukum kepailitan. Jurnal HUKUM BISNIS, 10(1), 32-40.

Iga, P. M. P., & Primantari, A. A. A. (2025). Permasalahan hukum terhadap perjanjian kredit melalui layanan pinjaman pendanaan bersama berbasis teknologi informasi di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(2).

Jannah, J. N. (2020). Perjanjian pinjam meminjam secara online (financial technology) perspektif hukum perdata dan hukum Islam. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 4(2), 203-220.

Kurniawan, A. S. (2023). Perlindungan data konsumen terhadap pembayaran hutang pinjaman online (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Maileni, D. A. (2023). Rekonstruksi perjanjian baku yang berklausula eksonerasi pada peer to peer lending financial technology yang berbasis nilai keadilan (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung).

Masakke, F. U., Hapsari, I., & Az-Zahro, S. (2020). Aspek agunan sebagai perlindungan hukum bagi bank selaku penyedia layanan kredit online. Perspektif Hukum, 1-17. https://doi.org/10.30649/phj.v20i1.236

Muthiah, N. F. (2021). Kontrak elektronik (e-contract) pada layanan financial technology berbasis peer to peer lending (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Nugroho, A. F. (2023). Perlindungan konsumen dalam layanan peer to peer lending berbasis financial technology melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa Otoritas Jasa Keuangan.

Prastyanti, R. A., & Suseno, A. T. (2021). Perlindungan hukum dan etika bagi pengguna fintech peer to peer lending di Indonesia. Jurnal RechIdee, 16(2), 170. https://doi.org/10.21107/ri.v16i2.11867

Prastyawan, A. (2024). Perlindungan hukum atas data pribadi dalam transaksi pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Indonesian Journal of Law and Justice, 1(2), 65-80.

Rizki, E. P. (2024). Perspektif hukum ekonomi syariah terhadap perlindungan hukum nasabah (customer) dalam transaksi pinjaman online (fintech). Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung.

Ruslina, A., Nainggolan, B., & Widiarty, W. S. (2021). Analisis aspek hukum UMKM dan UKM di Indonesia dalam kaitannya dengan pengembangan ekonomi. Jurnal Syntax Admiration, 2(11), 2022-2035. https://doi.org/10.46799/jsa.v2i11.336

Safitri, K. A. (2022). Perlindungan hukum terhadap debitur pada layanan pinjaman uang online melalui Shopee Pinjam.

Salim, F., & Kholil, M. (2021). Perlindungan hukum bagi para pihak pada perjanjian utang-piutang berbasis teknologi. Jurnal Verstek, 9(3). https://doi.org/10.20961/jv.v9i3.55050

Saputra, I. W. (2023). Kemungkinan pengaturan aspek collateral dalam penyelenggaraan LPBBTI (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Sari, A. R. (2018). Perlindungan hukum bagi pemberi pinjaman dalam penyelenggaraan financial technology berbasis peer to peer lending di Indonesia.

Sayyidah, S. D. K. (2022). Legalitas financial technology (fintech): Peer to peer (P2p) lending dalam perspektif hukum ekonomi syari'ah (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Semarabawa, K. K. K., & Shara, M. C. P. (2025). Akibat hukum terhadap perjanjian kredit melalui layanan pinjaman pendanaan bersama berbasis teknologi informasi di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(9).

Suhaimi, S. (2018). Problem hukum dan pendekatan dalam penelitian hukum normatif. Jurnal Yustitia, 19(2).

Tandiono, R. O., & Gaol, H. S. L. (2025). Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap pembatalan transaksi jual beli online menggunakan metode paylater. Kertha Patrika, 47(2), 179-195. https://doi.org/10.24843/KP.2025.v47.i02.p04

Utomo, A. M., Sukarja, D., Leviza, J., & Azwar, T. K. D. (2024). Kewenangan hak kreditur pinjaman online terhadap data debitur untuk kepentingan penagihan utang berdasarkan hukum positif Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(1).

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Heriyanto Heriyanto. (2026). Perlindungan Hukum bagi Kreditur dalam Perjanjian Utang-Piutang Berbasis Fintech Lending di Indonesia: Perspektif Hukum Perdata dan Hukum Dagang. TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 3(1), 01–13. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v3i1.445

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.