Simbol Keagamaan dalam Menggambarkan Kesenjangan Sosial di Masyarakat Perkotaan: Analisis Teori Karl Marx

Authors

  • Uswatun Hasanah Sofyan Universitas Negeri Jakarta
  • Muhamad Ridwan Effendi Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i4.327

Keywords:

kelas sosial, kesenjangan sosial, simbol keagamaan, masyarakat perkotaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran simbol keagamaan dalam merefleksikan maupun menutupi kesenjangan kelas sosial di masyarakat perkotaan, dengan menggunakan perspektif teori Karl Marx mengenai agama sebagai ideologi dan alat legitimasi kekuasaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara semi-struktural terhadap warga kota dari kelas sosial menengah ke atas dan kelas menengah ke bawah, serta tokoh agama setempat. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk melihat pola relasi antara simbol agama, posisi kelas, dan akses terhadap kekuasaan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama kerap digunakan oleh kelas atas sebagai sarana pembentukan citra, legitimasi status, dan penguatan struktur sosial, sedangkan bagi kelas bawah agama berfungsi sebagai sumber harapan dan solidaritas sosial, namun tidak selalu membuka akses terhadap mobilitas ekonomi. Secara umum, agama dapat berfungsi ganda: menjadi media pemersatu sosial sekaligus cermin ketimpangan kelas yang tersembunyi dalam praktik keagamaan sehari-hari. Penelitian ini menegaskan pentingnya membaca agama tidak hanya secara teologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi makna, kekuasaan, dan distribusi sumber daya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abduillah, M. A. (2021). Reiligion, social class, and uirban challeingeis. Jouirnal of Conteimporary Islamic Stuidieis, 5(2), 110–125. https://doi.org/10.31002/jcis.v5i2.821

Asmara, R. (2022). Agama dan ideintitas sosial di peirkotaan. Puistaka Peilajar.

Buirawoy, M. (2020). Marxism afteir Marx. Annuial Reivieiw of Sociology, 46(1), 23–45. https://doi.org/10.1146/annuireiv-soc-121919-050800

Eideilman, S. (2019). Reiligion and poweir in capitalist socieity. Uirban Sociology Reivieiw, 9(3), 52–63.

Fauizi, A. (2021). Reiligiuisitas keilas meineingah dalam peirspeiktif sosiologi. UiIN Jakarta Preiss.

Fatuirohman, Y. (2020). Karl Marx dan kritik teirhadap agama. Juirnal Sosiologi Agama, 6(1), 15–29. https://doi.org/10.22515/sosiologi.v6i1.2567

Hasan, N. (2022). Uirban pieity and class ideintity. Souitheiast Asian Stuidieis Jouirnal, 51(4), 204–221. https://doi.org/10.2139/ssrn.414878

Kivisto, P. (2020). Social theiory: Roots and brancheis. Oxford Uiniveirsity Preiss.

Marx, K., & Eingeils, F. (2018). Thei commuinist manifeisto. Rouitleidgei Classics.

Milleir, C. (2020). Reiligiouis symbols and social hieirarchy. Annuial Reivieiw of Anthropology, 49(2), 132–147. https://doi.org/10.1080/anthro.2020.49.2.132

Ollman, B. (2019). Class conflict and ideiology in modeirn socieity. Neiw York Uiniveirsity Preiss.

Praseityo, D. (2023). Keiseinjangan sosial dan agama dalam masyarakat uirban. Juirnal Masyarakat & Buidaya, 8(2), 70–85. https://doi.org/10.14203/jmb.v8i2.3941

Rahman, F. (2022). Agama seibagai ideiologi sosial. Juirnal Sosiologi Reifleiktif, 17(1), 1–18. https://doi.org/10.14421/jsr.v17i1.4172

Syamsuiddin, A. (2021). Reiligiouis capital and class ideintity. Indoneisian Jouirnal of Social Stuidieis, 7(3), 92–107. https://doi.org/10.26740/ijss.v7n3.p92-107

Wirawan, I. (2020). Teiori sosial klasik dan konteimporeir. Rajawali Preiss.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Sofyan, U. H., & Muhamad Ridwan Effendi. (2025). Simbol Keagamaan dalam Menggambarkan Kesenjangan Sosial di Masyarakat Perkotaan: Analisis Teori Karl Marx. TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 2(4), 52–61. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i4.327

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.