Kebahagiaan Menurut Hamka dan Relavansinya terhadap Upaya Mengatasi Mental Distress

Authors

  • Darmawati Darmawati Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Abdullah Firdaus Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Jaya Jaya Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i4.278

Keywords:

Hamka, Happiness, Mental Distress, Mental Health, Modern Sufism

Abstract

This study, titled “Happiness According to Hamka and Its Relevance to Efforts to Overcome Mental Distress,” is motivated by the increasing mental strain experienced by modern society, which is reflected in rising levels of stress, anxiety, loss of life meaning, and various forms of depression. These symptoms indicate a deeper spiritual and emotional imbalance that cannot be resolved solely through clinical approaches, but requires insights from philosophical and religious thought. The purpose of this research is to reexamine Hamka’s concept of happiness and identify its relevance in supporting efforts to reduce mental distress in contemporary life. Using a qualitative-descriptive method with a library research approach, this study reviews Hamka’s key writings such as Tasawuf Modern, Falsafah Hidup, and Lembaga Budi alongside literature on psychology and mental health. Through a hermeneutic-philosophical analysis, the study finds that Hamka defines happiness as inner tranquility rooted in faith, sincerity, and spiritual connection with God, rather than material satisfaction or outward pleasures. He emphasizes that true happiness is achieved when intellect, emotion, and faith interact harmoniously, allowing individuals to manage desires, accept destiny, and uphold moral awareness. This perspective is highly relevant for addressing mental distress today, as Hamka highlights the importance of spiritual strengthening and purification of the soul as forms of internal healing capable of fostering resilience and emotional stability.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Farabi, A. N. (1987). Risalah Tanbih 'ala Sabil as-Sa'adah. Universitas Yordania.

Al-Farabi. (1985). Ara' Ahl al-Madinah al-Fadilah. Dar al-Mashriq.

Al-Jauziyyah, I. Q. (1975). Ighatsatu Lahfan min Mashahidis Syaithan. Darul Ma'rifah.

Al-Jili, A. A.-K. (1975). Al-Insan al-Kamil fi Ma'rifah al-Awakhir wa al-Awail (Vol. 1). Dar al-Fikr.

Al-Musdiy, Y. M. (2005). Qad Aflaha Man Zakkaha (Cet. II). Darul Basya'ir Islamiyah.

Al-Sakandari, I. A. (1988). Al-Hikam al-Atā’iyah (Edisi Ibn ‘Abbad al-Nafazi al-Rundi). Markaz al-Ahram.

Al-Sakandari, I. A. (1995). Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam (Djamaluddin Ahmad Al-Buny, Trans.). Mutiara Ilmu.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Aristoteles. (1925). Nicomachean Ethics (W. D. Ross, Trans.). Clarendon Press.

Ayu Pramestuti Novianita. (n.d.). Distress terkait dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa tahun pertama Universitas Diponegoro. Jurnal Departemen Psikologi Universitas Diponegoro.

Azmita, S. (2018). Kebahagiaan dalam perspektif al-Qur’an (Studi komparatif Tafsir Fi Zhilal al-Qur’an dan Tafsir Al-Azhar) (Tesis). IIQ.

Bastaman, H. D. (2005). Integrasi psikologi dengan Islam: Menuju psikologi Islami. Pustaka Pelajar.

Dahlan, A. A. (1999). Pemikiran falsafi dalam Islam. IAIN IB Press.

Damami, M. (2000). Tasawuf positif. Fajar Pustaka Baru.

Damanik, N. (2020). Konstruksi kebahagiaan dalam tasawuf modern Hamka (Disertasi).

Daradjat, Z. (1990). Islam dan kesehatan mental. Toko Gunung Agung.

El Fikr. (2023). Filosofi kebahagiaan Buya Hamka menyikapi fenomena sakit jiwa di Indonesia. Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 4(1).

Endah Marendah Ratnaningtyas Ramli, et al. (2023). Metode penelitian kualitatif. Penerbit Muhammad Zaini.

Franklin, S. S. (2010). The psychology of happiness: A good human life. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511819285

Fuas, M. (2015). Psikologi kebahagiaan manusia. Jurnal Komunika, 9.

Goleman, D. (1999). Working with emotional intelligence. Bantam Books.

(See also Agustian, A. G. (2001). Emotional Spiritual Quotient. Arga.)

Hadiwijono, H. (1980). Sari sejarah filsafat Barat. Kanisius.

Hadziq, A. (2005). Rekonsiliasi psikologi sufistik dan humanistik. Rasail.

Hakim, A. K. (1986). Hidup yang Islami. Rajawali.

Hamedi, A. (2013). Farabi's view on happiness. International Journal of Advanced Research, 1(7).

Hamim, K. (2016). Kebahagiaan dalam al-Qur'an dan perspektif filsafat. Tasam: Jurnal Kajian Islam, 13(2).

Hamka. (1966). Pandangan hidup Muslim (Cet. ke-2). Bulan Bintang.

Hamka. (1974). Kenang-kenangan hidup (Jilid I–IV). Bulan Bintang.

Hamka. (1982). Falsafah hidup. Bulan Bintang.

Hamka. (1982). Pribadi (Cet. ke-11). Bulan Bintang.

Hamka. (1984). Tasawuf modern. Pustaka Panjimas.

Hamka. (1985). Tafsir al-Azhar (Juz I). Pustaka Panjimas.

Hamka. (1992). Akhlaqul karimah. Pustaka Panjimas.

Hamka. (1995). Renungan tasawuf (Cet. ke-2). Pustaka Panjimas.

Hamka. (2001). Lembaga budi. Pustaka Panjimas.

Hamka. (2015). Falsafah hidup: Memecahkan rahasia kehidupan berdasarkan tuntunan al-Qur’an dan sunnah. Republika.

Hamka. (2017). Tasawuf modern, kebahagiaan ada di dekat kita dan dalam diri kita. Republika.

Hasan, M. Sejarah filsafat Islam (Geneologis dan transmisi filsafat Timur ke Barat).

Hawari, D. (1997). Al-Qur’an, ilmu kedokteran jiwa dan kesehatan jiwa.

Hidayat, T. (2015). Tafsir al-Azhar: Menyelami tasawuf Hamka. Buletin al-Turas.

Ibn Qayyim al-Jauziyyah. (2001). Madarij al-Salikin (Vol. 1). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Iqbal, M. (1981). The reconstruction of religious thought in Islam. Kitab Bhavan.

Jaya, Y. (1994). Spiritualisasi Islam: Dalam menumbuhkembangkan kepribadian dan kesehatan mental. Ruhama.

Jaya, Y. (1995). Peranan taubat dan maaf dalam kesehatan mental (Cet. ke-3). Ruhama.

Jaya, Y. (2002). Menuju optimalisasi kesehatan mental. Angkasa Raya.

Downloads

Published

2025-12-10

How to Cite

Darmawati Darmawati, Abdullah Firdaus, & Jaya Jaya. (2025). Kebahagiaan Menurut Hamka dan Relavansinya terhadap Upaya Mengatasi Mental Distress. TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 2(4), 01–16. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i4.278

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.