Studi Komparatif Model Pendidikan Karakter: Implementasi Social and Emotional Learning di Finlandia dan Kurikulum Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia

Authors

  • Afiyatun Kholifah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Asa Nadira Pramesti Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Camelyati Kulsum Padilah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Siti Nurhalimah Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v2i4.302

Keywords:

Akhlak Curriculum, Character Education, Comparative Study, PAI, Social Emotional Learning

Abstract

This comparative study analyzes the models of character education by comparing the implementation of Social and Emotional Learning (SEL) in Finland and the Akhlak (Moral) Curriculum within Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia. Modern education demands not only cognitive intelligence but also emotional and moral maturity, highlighted by rising issues like bullying and mental health problems in adolescents. Finland's success is attributed to the strong integration of SEL, a psychological method focusing on five core competencies (self-awareness, self-management, social awareness, relationship skills, and responsible decision-making) that fosters a positive school climate. In contrast, Indonesia's PAI Akhlak Curriculum aims to form character rooted in theological-spiritual values (piety and obedience). Using a descriptive qualitative comparative method through literature review and content analysis, the study found that despite sharing the core objective of cultivating moral character , their foundations differ: SEL is secular-humanistic for well-being, while Akhlak is theological-spiritual. Furthermore, Finland's system employs a low-pressure, integrated, formative evaluation, supported by teacher autonomy, while Indonesia's PAI implementation faces challenges from a dominant focus on quantitative cognitive assessment. The study recommends that PAI adopt the structured SEL framework as a methodological bridge to translate Akhlak values into concrete student behavior and promote active, affect-focused learning.

References

CASEL. (2020). Kerangka SEL: Lima kompetensi utama.

Dewan Pendidikan Nasional Finlandia. (2016). Kurikulum Inti Nasional Finlandia.

Fadhil, M., Mislaini, & Ramadhan, R. S. (2024). Perbandingan kurikulum di Finlandia dan Indonesia dari perspektif keunggulan. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(12).

Gunawan, H. (2014). Pembentukan karakter.

Gunawan, H. (2022). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi (Vol. 1, Issue 1). CV Alfabeta.

Intan, N., Dani, R., Suryati, S., & Adiansha, A. A. (2025). Analisis peran guru dalam pembelajaran berdifferensiasi di sekolah dasar. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 4(1), 158–166. https://doi.org/10.56855/jpsd.v4i1.1323

Khilmiyah, A. (2013). Model pembelajaran PAI dengan pendekatan social emotional learning (SEL) untuk memperkuat karakter dan akhlak mulia siswa sekolah dasar. Didaktika Religia, 1(1). https://doi.org/10.30762/didaktika.v1i1.110

Lestari, R. E., & Shalihudin, A. F. (2023). Perbandingan kurikulum pendidikan di Indonesia dan Finlandia. Edukasi, 3(2), 129–141. https://doi.org/10.55115/edukasi.v3i2.2478

Marlina, Irfiana, Y., Ismail, & Hilaliati, N. (2024). Pentingnya evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 214–226.

Nurlaeli, D. (2020). Penerapan pendidikan akhlak dalam PAI.

Rivai, M., Amanda, M. D., Batubara, P. M., & Korespondensi, E. P. (2025). Kurikulum PAI untuk Generasi Z: Menanamkan akhlak mulia di dunia yang serba cepat. Jurnal Pendidikan Islam, 2, 301–310.

Ross, K. M., & Tolan, P. (2018). Social and emotional learning in adolescence: Testing the CASEL model in a normative sample. The Journal of Early Adolescence, 38(8), 1170–1199. https://doi.org/10.1177/0272431617725198

Sakiinah, A. N., Mahya, A. F. P., & Santoso, G. (2022). Revolusi pendidikan di era Society 5.0: Pembelajaran, tantangan, peluang, akses, dan keterampilan teknologi almirah. Jurnal Pendidikan Transformatif (JUPETRA), 1(2), 18–28.

Schonert-Reichl, K. A. (2017). Social and emotional learning and teachers. The Future of Children, 137–155. https://doi.org/10.1353/foc.2017.0007

Sofiani, I. K., Yuniarti, I., Suhaila, P., & Agustina, K. T. (2025). Perbandingan kurikulum pendidikan karakter Indonesia dan Finlandia: Implikasi bagi pengembangan karakter siswa. Jurnal Al-Kifayah: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 4(1), 139–147. https://doi.org/10.53398/ja.v4i1.659

Wahidah, F., & Ibad, T. N. (2024, February). Arah baru sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia dalam menyiapkan generasi emas. In International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) (Vol. 3, No. 1).

Yulianti. (2021). Pentingnya pendidikan karakter untuk membangun generasi emas Indonesia. Cermin: Jurnal Penelitian, 5(1), 28–35. https://doi.org/10.36841/cermin_unars.v5i1.969

Yustiani, B., Susanti, L. R., Safitri, E. R., & Gulo, F. (2024). Studi komparatif sistem pendidikan Indonesia dengan Finlandia. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1025–1035. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3487

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Afiyatun Kholifah, Asa Nadira Pramesti, Camelyati Kulsum Padilah, & Siti Nurhalimah. (2025). Studi Komparatif Model Pendidikan Karakter: Implementasi Social and Emotional Learning di Finlandia dan Kurikulum Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam di Indonesia. AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, 2(4), 46–62. https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v2i4.302

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.